Cara Membuat database di Cpanel

Login melalui url domain anda, contoh : http://www.domain.com/cpanel
Lalu cari gambar seperti dibawah ini


Setelah diklik, kita akan masuk ke halaman MySQL Databases. Selanjutnya kita langsung saja membuat data base baru dengan mengisi nama database, misalkan mydata. Klik “Create Database”!



Setelah suskes membuat data base baru dengan nama hostingt_mydata, Kemudian klik Go Back!


Kembali lagi ke halaman MySQL Databases, selanjutnya kita buat user baru, misalkan username myname, password diisi dua kali, dan klik tombol “Create User”! Strength adalah indikator penggunaan password, jika semakin tinggi nilainya maka password tersebeut semakin kuat dan bagus untuk digunakan.


Setelah sukses maka akan tampak user database dan passwordnya seperti gambar di bawah dan klik Go Back!

Kembali ke halaman MySQL Databases, dilanjutkan dengan menambahkan user ke dalam database. Klik tombol “Add”!

Setelah itu kita akan diberikan tampilan Privilleges, centang All Privileges dan klik “SaveChanges”!

Setelah sukses dengan langkah di atas, akan ditampilkan seperti gambar berikut dan klik Go Back!


Kembali ke halaman MySQL Databases, kemudian akan terlihat listing database & user yang sudah aktif dan siap digunakan.


Dari semua contoh langkah-langkah di atas kita telah sukses membuat database di MySQL pada cPanel dengan data-data sebagai berikut:
nama database: hostingt_mydata
nama user db: hostingt_myname
password: b3l4j4r-DB
hostname: localhost (ini default pada umumnya di cPanel untuk hostname adalah localhost).
Data-data ini biasanya diperlukan untuk mengisi kelengkapan pada file konfigurasi koneksi ke database.

Belajar Membuat Fungsi PHP (PHP function)

Pada dasarnya fungsi PHP berguna untuk mempermudah perkerjaan dimana sebuah fungsi yang kita buat dapat digunakan secara berulang-ulang.
Oya, fungsi yang akan kita bahas disini adalah fungsi yang kita buat sendiri sesuai dengan kebutuhan kita, tapi pada dasarnya PHP sendiri memiliki ratusan fungsi yang siap pakai atau biasa disebut built in php function seperti fungsi date()  yang sudah kita bahas sebelumnya untuk menampilkan tanggal atau beberapa contoh fungsi lain seperti htmlspecialchars(), implode(), explode(), addslashes() dan masih banyak lagi. Dalam kesempatan lain akan kita bahas kegunaan fungsi-fungsi ini satu persatu. Sekarang mari kita kembali ke cara membuat fungsi PHP sendiri.
Yang perlu anda ketahui mengenai fungsi antara lain :
  1. Script-script yang ada di dalam fungsi tidak akan dieksekusi atau dijalankan sampai anda memanggil fungsi tersebut.
  2. Setiap fungsi harus diberi nama, penamaan fungsi dapat anda lakukan sesuka hati tapi sebaiknya nama fungsi menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh fungsi tersebut, misalnya jika fungsi di buat untuk mengambil data tanggal lahir anggota, anda bisa namakan “get_birthdate” atau “ambil_tg_lahir”.
  3. Nama fungsi hanya boleh menggunakan karakter huruf dan tanda underscore (_) dan tidak boleh menggunakan spasi.
Sintaks fungsi adalah sebagai berikut :
function namaFungsi() {
 }
Penjelasannya :
Sebuah fungsi harus selalu dimulai dengan kata “function” kemudian diikuti dengan nama fungsi (namaFungsi) dan tanda buka serta tutup kurung, kemudian buka kurung kurawal dan tutup kurung kurawal. Nah script yang akan dieksekusi akan di tulis di dalam kurung kurawal.
Tanda buka dan tutup kurung bisa kosong, dan bisa juga diisi parameter atau variabel boleh hanya 1 atau lebih, contohnya
function namaFungsi($parameter1,$parameter2) {
 }
Oke, mari sekarang kita langsung praktek membuat fungsi tanpa parameter. Misalnya kita akan membuat fungsi untuk menulis nama.
function tulis_nama() {
echo "Nama saya Fandhie";
}
Nah fungsi diatas bernama tulis_nama() tanpa parameter.  Script di dalam fungsi memerintahkan untuk mencetak (echo) string “Nama saya Fandhie” , mari kita aplikasikan ke halaman website. Buatlah halaman php dengan nama index.php kemudian ketik kode-kode berikut :
<?php
 function tulis_nama() {
 echo "Nama saya Fandhie";
 }
 ?>
<html>
 <head>
 <title>Belajar Fungsi</title>
 </head>
 <body>
 <?php tulis_nama();?>
 </body>
 </html>
Simpan halaman php anda kemudian buka menggunakan browser. See? pada browser akan tampil tulisan Nama saya Fandhie.  Script <?php tulis_nama();?> adalah untuk memanggil fungsi tulis_nama(), dan karena fungsi ini dipanggil, maka script di dalam fungsi yaitu echo “Nama saya Fandhie”; akan dieksekusi. Mudah dipahami kan?
Coba cara berikut :
<?php
 function tulis_nama() {
 $nama = "Nama saya Fandhie";
return $nama;
 }
 ?>
<html>
 <head>
 <title>Belajar Fungsi</title>
 </head>
 <body>
 <?php echo tulis_nama();?>
 </body>
 </html>
Simpan halaman php anda kemudian refresh browser. Sama aja kan hasil tampilannya? Berikut penjelasannya :
dalam fungsi tulis_nama() , pertama kita mendefinisikan varibel $nama dan beri nilai string “Nama saya Fandhie”;   kemudian return $nama , artinya nilai yang dihasilkan (return) oleh fungsi ini adalah variabel $nama;
Cara memanggil fungsi menjadi <?php echo tulis_nama();?>, ditambah echo karena kita harus memerintahkan untuk mencetak variabel $nama yang dihasilkan oleh fungsi tulis_nama(). Tanpa perintah echo, tidak akan tampil apa-apa dihalam website. Berbeda dengan fungsi sebelumnya dimana di dalam fungsi itu sendiri sudah memberikan perintah echo. Jelas bukan?
Ayo kita buat sedikit kompleks dengan script berikut. Silahkan tuliskan dalam file php anda dan simpan.
<?php
 function tulis_nama() {
 $first_name = "Fandhie";
 $last_name = "Deeng";
$nama = $first_name." ".$last_name;
return $nama;
 }
 ?>
<html>
 <head>
 <title>Belajar Fungsi</title>
 </head>
 <body>
 <?php echo tulis_nama();?>
 </body>
 </html>
Sekarang buka di browser, maka akan tampil Fandhie Deeng di halaman browser anda.
Penjelasannya :
Di dalam fungsi tulis_nama(), kita menetapkan 3 variable yaitu :
varibel $first_name , variabel $last_name dan variabel $nama, dimana varibel $nama mengambil nilai variabel $first_name , $last_name dan disisipkan string spasi diantaranya. Kemudian sebagai hasil (return) fungsi adalah variabel $nama, sehinggal ketika kita memanggil fungsi tulis_nama() dan di echo maka variabel $nama yang akan dicetak.
Oke, kita coba membuat perhitungan matematika. Sebagai berikut :
<?php
 function hitung() {
 $nilai_a = 5;
 $nilai_b = 10;
 $nilai_c = 3;
$hasil = ($nilai_a*$nilai_b)-$nilai_c;
return $hasil;
 }
 ?>
<html>
 <head>
 <title>Belajar Fungsi</title>
 </head>
 <body>
 <?php echo hitung();?>
 </body>
 </html>
Simpan kemudian buka dalam browser, akan tampil nilai 47, karena fungsi hitung melakukan perkalian  variabel $nilai_a dengan $nilai_b kemudian dikurangi $nilai_c .
Oke, harusnya anda sudah memahami, sekarang kita coba modifikasi fungsi hitung() menjadi fungsi dengan parameter
<?php
function hitung($nilai_c) {
 $nilai_a = 5;
 $nilai_b = 10;

 $hasil = ($nilai_a*$nilai_b)-$nilai_c;

 return $hasil;
}
?>
<html>
<head>
<title>Belajar Fungsi</title>
</head>
<body>
<?php echo hitung(3);?>
</body>
</html>
Simpan dan buka dalam browser, hasilnya sama 47 kan yah? Nah di fungsi hitung($nilai_c) kali ini ada parameter $nilai_c, jadi pada saat kita memanggil fungsi hitung(3), artinya angka 3 adalah nilai variabel $nilai_c. Silahkan coba untuk mengganti parameter 3 dengan angka lainnya untuk melihat perubahan hasil perhitungan yang terjadi.
Ayo kita coba dengan fungsi yang lebih kompleks sebagai berikut :
<?php
function hitung($nilai) {
 $i = 0;
 for($i=0;$i<$nilai;$i++) {
 echo $i*$nilai."<br />";
 }
}
?>
<html>
<head>
<title>Belajar Fungsi</title>
</head>
<body>
<?php echo hitung(5);?>
</body>
</html>
Simpan dan buka di browser, akan menampilkan deret angka 0 sampai 20 dengan kelipatan 5 bukan?
Penjelasannya :
Pada fungsi hitung(5) kita mengirimkan nilai 5 sebagai nilai variabel $nilai dalam hitung($nilai) kemudian dalam fungsi kita menetapkan varibel $i = 0;
Selanjutnya kita melakukan looping for($i=0;$<$nilai;$i++;} {…..}  Agar lebih memahami coba anda rubah nilai parameter dengan beberapa angka yang berbeda misalnya hitung(1), hitung(2), hitung(10) dan seterusnya. Kemudian cobalah ubah perintah looping menjadi for($i=2;$<$nilai;$i++;} {…..}  atau for($i=0;$<=$nilai;$i++;} {…..} dan seterusnya, maka output yang dihasilkan akan berbeda-beda dan dapat membantu pemahaman anda.
Selanjutnya mari kita coba membuat fungsi dengan 2 parameter (anda juga dapat mencoba dengan 3 atau lebih parameter kok).
<?php
function hitung($nilai_a, $nilai_b) {
 if(($nilai_a*$nilai_b) % 2 ==0) 
 {$hasil = "Bilangan Genap";}
 else 
 {$hasil= "Bilangan Ganjil";}

 return $hasil;
}
?>
<html>
<head>
<title>Belajar Fungsi</title>
</head>
<body>
<p><?php echo hitung(5,2);?></p>
<p><?php echo hitung(3,2);?></p>
<p><?php echo hitung(1,3);?></p>
<p><?php echo hitung(7,5);?></p>
<p><?php echo hitung(5,11);?></p>
</body>
</html>
Simpan script diatas dan buka di browser. bagaimana hasilnya?  Ya betul, fungsi diatas untuk menguji hasil perkalian 2 parameter yang dikirim apakah bilangan ganjil atau bilangan genap.  Misalnya <?php echo hitung(5,2);?> karena 5 dikalikan 2 sama dengan 10, hasilnya adalah Bilangan Genap.


Source : http://fandhie.com/tutorial-belajar-membuat-fungsi-php-php-function/

Cara Mendeteksi Input Username yang Sama

Bagaimana cara melakukan cek terhadap input username yang sama, karena username itu kan unik, artinya username tiap user harus berbeda?
Ya, betul sekali .. kalau dilihat dari struktur tabelnya, seharusnya username dijadikan sebagai kunci utama (Primary Key). Lihat gambar berikut:

Sehingga, misalnya ada user yang memasukkan username yang sudah dimiliki oleh user lain, maka data tersebut tentu tidak akan tersimpan di database. Mungkin, maksud Anda bagaimana cara memberitahukan user bahwa username tersebut sudah dimiliki oleh user lain dan berikan pemberitahuan kepadanya agar memasukkan username yang berbeda.

Membuat Pemesanan Tiket Kereta Api Online dengan PHP dan MySQL

Sekarang saya akan membahas bagaimana membuat Sistem Pemesanan Kereta Api Online menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL.

Pertama kita buat database untuk menyimpan data pemesanan tiket K.A tersebut..

Telah saya buatkan beberapa contoh struktur table dalam database tersebut untuk pembuatan program tersebut. seperti gambar dibawah ini :

Cara membuat fungsi sendiri untuk dapat digunakan sebagai variable dalam php

Dalam pembuatan suatu program, kadang kita diharuskan untuk dapat membuat fungsi sendiri, seperti misalnya pembuatan fungsi untuk peringatan atau pesan error yang dapat memberitahu seorang pengguna jika ada kesalahan yang muncul dan lain sebagainya, tapi anda juga harus ingat bahwa fungsi tersebut harus dapat dijadikan sebuah variable, supaya kita dapat menempatkan kapan pesan kesalahan tersebut akan diperlihatkan.

Misalnya kita akan membuat sebuah website Toko Online yang menggunakan database MySQL untuk penyimpanan data nya, dan mungkin akan memerlukan beberapa pesan kesalahan seperti data barang tidak ada, jumlah pembelian barang melebihi stok yang ada, dan pesan-pesan kesalahan lainya yang diperlukan untuk memberitahu seorang pengguna terkait kesalahan yang ada.

Dibawah ini adalah contoh fungsi kesalahan yang yang terkait dengan stok barang yang ada pada database MySQL :


<?php
function kosong()
{
 $kosong = "Maaf, data barang tidak ada pada database kami.";
 return $kosong;
}
function kurang()
{
 $kurang = "Maaf, sepertinya uang yang anda kirim kurang nih.";
 return $kurang;
}
function lebih()
{
 $lebih = "Maaf, barang yang anda pesan melebihi stok yang ada.";
 return $lebih;
}
?>

Membuat Kategori dan Sub Kategori dengan PHP dan MySQL

Dasarnya adalah kita akan membuat dua table di database, misalkan dengan nama kategori dan sub_kategori. Dan di tabel sub_kategori terdapat satu field yang nanti akan terelasi dengan table kategori. Dan struktur table bisa terlihat seperti gambar di bawah ini:
Membuat Kategori dan Sub Kategori dengan PHP dan MySQL
Oke, silahkan buat Database baru di phpMyAdmin, misalkan saya buat dengan nama tutorialweb, kemudian dumping script SQL di bawah ini:

RSS Menggunakan PHP dan MYSQL

RSS adalah kependekan dari Really Simple Syndication, yaitu format feed untuk web secara standar, yang biasanya digunakan untuk menampilkan update terbaru dari sebuah website atau blog, isinya dapat mengenai artikel, video, atau audio.

RSS juga dapat dibaca menggunakan software yang disebut RSS reader, jadi memang lebih memudahkan untuk para pembaca mengetahui, apakah saat ini ada berita yang terbaru atau tidak.

Website tidak Bisa Diakses? Lalu SolusiNya?

[Image: 603141_569779726383368_345172827_n.jpg]

Saat kita berinternet ria mengurus website kita, adakalaNya website kita tidak bisa dibuka. BiasaNya muncul halaman Page not found, Server not found, atau bener2 tidak muncul sama sekali. Kita jadi panik rasaNya kiamat kalo website kita memiliki traffic yang tinggi. Mikir tingkatin amal, gak usah mikir kiamat. Kiamat ada yang ngatur! Pendekar

Hal yang paling sering di lakukan oleh kita sebagai user dari sebuah hosting adalah protes dan beranggapan bahwa server sedang down atau sedang mengalami masalah uptime. Sabar guys, ini belum tentu masalah server. Okay?